Falsafat Wayang : Makna Wayang, Kosala Mahinda

0 270

Kosala gemar mengoleksi wayang kulit karena keluarganya sudah menyenangi dunia perwayangan sejak sebelum Indonesia merdeka. Dunia wayang, lanjut dia, banyak memberikan arti dalam kehidupan umat manusia. Wayang tidak hanya menyajikan tontonan, tetapi juga memberikan tatanan dan tuntutan kehidupan.

Menonton wayang tidak seperti nonton film di bioskop. Sepanjang pertunjukan wayang, penontonnya harus mikir. Setelah menonton, hasilnya bisa dijadikan pedoman hidup

ungkapnya. Selain Kosala Mahinda, di Pamekasan juga pernah ada wayang kuna yang hampir mirip dengan milik Kosala, yakni milik Binhin, warga Jl Niaga Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Kota Pamekasan. Di luar peti kemas wayang itu tertulis angka 1836 yang menunjukkan tahun pembuatan wayang tersebut. Namun Binhin kemudian menjualnya kepada salah satu warga kebangsaan Swiss seharya Rp 100 juta. Wayang itu dijual karena pemiliknya sudah enggan merawatnya dan sudah tidak mengerti dunia pewayangan.

Source regional.kompas.com regional.kompas.com/read/2018/03/06/07000021/wayang-kulit-madura-hidup-segan-mati-tak-mau-5-?page=all
Comments
Loading...