Falsafat Wayang : Nilai Berharga dari Filosofi Wayang

0 147

Bahwa manusia adalah mahluk yang diciptakan Tuhan dengan segala kesempurnaannya, memiliki akal dan budi. Untuk menimbang dan menentukan pilihan mana yang baik dan mana yang buruk. Tidak seperti hewan yang hanya hidup berdasarkan insting semata, tidak lebih. Sejatinya manusia diciptakan tak ada yang sia-sia, semua ada peranannya dan ada porsinya masing-masing. Juga pada suatu bangsa, ada yang memimpin dan ada yang dipimpin.

Dalam hal ini seorang pemimpin mempunyai peran sebagai imam dalam suatu bangsa, mengayomi rakyatnya, mendengarkan suara rakyatnya, mensejahterahkan kehidupan rakyatnya, dsb. Tapi apa yang dilakukan para pemimpin dan pengurus bangsa ini, yang seenaknya merampas hak milik rakyatnya tanpa ia sadari bahwa Tuhan telah memberikan porsi kehidupan mahluk yang ada di alam semesta ini dengan seadil-adilnya.

Inilah bangsa kita, bangsa krisis hati dan moral. Bangsa yang tak pernah mau bersyukur akan segala kekayaan sumber daya alam yang telah Tuhan berikan untuk Indonesia

Manusia perlu menanamkan dalam diri enam nilai-nilai universal pada filosofi wayang sebagai pondasi kehidupan. Bahwa manusia harus memiliki rasa Empati, Kejujuran, Keadilan, Saling Menghargai, Tanggung Jawab dan Loyal Terhadap Negara. Dua nilai universalal yang terdapat pada filosofi wayang itu meliputi:

1.Empati (Caring)

Artinya setiap mahluk yang hidup di bumi ini haruslah memiliki sikap empati kepada semua mahluk, baik kepada manusia lain, tumbuhan, atau sama hewan sekalipun. Karena sikap empati akan menjadikan seseorang menjadi peka terhadap kehidupannya dan kehidupan orang lain juga untuk menciptakan hidup damai serta selaras.

2.Kejujuran (Trustworthiness)

Alangkah indahnya hidup jika setiap manusia menanamkan rasa kejujuran dalam diri, mungkin tidak ada korupsi yang saat ini menjadi budaya di bangsa kita. Kata ini mudah diucapkan namun terkadang sulit untuk diaplikasikan dalam kehidupan, ada saja kebohongan-kebohongan kecil yang kita lakukan dan tanpa kita sadari kebohongan kecil itu akan menjadi terbiasa dan berujung pada kebohongan besar. “Kejujuran itu terkadang membuat kita sulit, tetapi kesulitan yang lebih besar timbul”

Source kompasiana.com kompasiana.com/adityapermadi/550eaee7a33311ae2dba823b/enam-nilai-berharga-dari-filosofi-wayang
Comments
Loading...