Falsafat Wayang : Nilai Estetika pada Pewayangan

0 124
Sebagai sebuah pertunjukan, wayang memiliki nilai estetik yang begitu tinggi. Sama dengan curiga (pusaka), kuda (kendaraan), dan kukila (burung), kesenian wayang merupakan klangenan bagi orang Jawa. Ini dikarenakan, wayang bukan saja memiliki filosofi yang begitu dalam, namun juga bernilai estetik tinggi. Pelaksana dan Peralatan Wayang. Sebagai karya seni, pergelaran wayang meliputi beberapa cabang kesenian (seni teater, ukir, sastra, musik). Dari unsur pelaksana dan peralatan, wayang terdiri dari dalang (sutradara), niyaga (pemain gamelan) dan pesinden (penyanyi wanita) atau gerong (kor penyanyi pria).
Dari unsur peralatannya terdiri dari wayang kulit, kelir, blencong (lampu tradisional), gedhebog (batang pisang), kothak, cempala (kayu pemukul kotak), kepyak (dari kuningan), dan gamelan. Sedang unsur pertunjukan yang bisa dilihat adalah sabetan (gerak wayang), dan yang didengar meliputi (janturan), carios atau kandha, ginem (pocapan) suluk, tembang, dhodhogan, kepyakan, gendhing, gerong, sindhenan.
Source Seni seni-wayang.blogspot.com/2014/05/pemahaman-nilai-filosofi-etika-dan.html
Comments
Loading...