Falsafat Wayang : Nilai Historis Wayang Beber Kyai

0 60

Keberadaan wayang Beber tidak lepas dari perjalanan bangsa Indonesia pada masa Hindu Buddha. Kesenian tersebut menunjukkan akulturasi nyata dalam Hindu Buddha dan Jawa. Nilai-nilai akulturasi nampak dari cerita yang berjalan dalam pewayangan tersebut. Diperkirakan sejak abad XI wayang beber mulai dikembangkan di Jawa. Cerita-cerita dalam wayang beber yang berhubungan dengan kerajaan kerajaan Hindu Buddha di Jawa , khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur juga meyakinkan bahwa wayang ini terinspirasi dari kebesaran kerajaan Hindu Buddha.

Wayang Beber Kyai Remeng memiliki berbagai keunikan dalam perjalanan pentasnya. Tidak semua orang berhak mementaskan wayang ini, mungkin terutama berkaitan dengan keawetan wayang. Hanya keturunan keluarga yang memiliki wayang tersebut yang paling berhak mempertunjukkan wayang beber.

Source media.neliti.com media.neliti.com/media/publications/191291-ID-makna-simbolis-dan-nilai-historiswayang.pdf
Comments
Loading...