Falsafat Wayang : Nilai-Nilai Wayang Mencerminkan

0 167

Dalam mencari nilai-nilai luhur yang datang dari sumber-sumber Indonesia sendiri, bangsa ini mempunyai banyak pilihan: nilai-nilai itu bias dicari di agama-agama besar atau kepercayaan yang ada (Hindu, Budha, Islam, Kristen dan aliran kepercayaan/kebatinan); Dari system kepercayaan “asli” Indonesia yakni system kepercayaan purba, wayang menyerap ajaran dan nilai-nilai tentang :

1. penghormatan kepada alam, kemudian berkembang menjadi penghormatan kepada Tuhan, yang merupakan keinginan dasar untuk berhubungan dengan kekuatan-kekuatan Adikodrati.
2. Penghormatan kepada Tuhan menghasilkan penghormatan kepada leluhur dan nenek moyang. Penghormatan kepada nenek moyang menghasilkan penghormatan kepada orang tua atau yang dituakan (pemimpin guru).
3. Penghormatan kepada pemimpin menghasilkan penghormatan kepada sifat-sifat kepemimpinan/sifat-sifat atau sikap-sikap kepemimpinan yang baik, seperti jiwa kepahlawanan, pengorbanan kepada manusia lain, sifat gotong royong dan sebagainya.

Nilai-nilai itu dalam system kepercayaan dikembangkan menjadi nilai-nilai kesatuan (kemanunggalan) manusia dengan Tuhan (kesatuan dan kehendak), dengan nilai alam dan manusia lain. Wayang yang tumbuh berkembang secara tradisi di bumi Indonesia sebagai sumber berbagai macam nilai budaya bangsa, khususnya yang menyentuh etika kehidupan masyarakat. Jati diri wayang yang menyangkut asal-usul dan benar sebagai autechtone Jawa atau Indonesia yang mengejewantahkan diri dalam berbagai bentuk dan wujud serta sifat dan watak sebagai upacara adat dan agama, sebagai sastra, sebagai drama, sebagai sarana pendidikan, sarana penyuluhan.

Source Kompas kompasiana.com/shafcomputer/54ff8c24a33311ae5850fd72/nilai-nilai-wayang-mencerminkan-indonesia-sejati?page=all
Comments
Loading...