Falsafat Wayang : Yudhistira Lambang Manusia Adil

0 276

Orangnya pendiam dan tak banyak bicara. Ia sabar, jujur dan adil serta pasrah dalam menghadapi cobaan hidup. Dialah Yudhistira putra pertama Pandudewanata dengan Dewi Kunti. Dia adalah sulung Pandawa. Karena jujur dan sabar harus disertai kesumerahan, maka ia mampu memenjarakan nafsu. Kesabaran dan keadilannya tercermin dalam sikapnya dalam suatu kisah ketika Pandawa menjalani masa pengasingan selama 13 tahun. Ketika itu Pandawa sedang berada di hutan Kamiaka.

Hemm, sampai kapan derita ini akan berakhir, Si Duryudana itu semakin besar kepala

geram Bima.

Baru tujuh tahun Sena, tinggal enam tahun lagi,Sabarlah dik

Hibur Yudhistira.

Kalau saja aku diberi ijin Kakang, sekarang juga aku gedor di laknat itu

Jawab bima penuh nafsu.

Tulisan neraca Maha Agung tak dapat diubah lagi. Andaipun kita bertindak, tetapi tidak akan merubah nasib kita dik. Malapetaka ini harus kita jadikan pelajaran untuk memperkuat jiwa dan pikiran agar siap menghadapi segala tantangan hidup

terang Yudhistira. Kesabaran dan kesumerahan Yudhistira membuat adik-adiknya tunduk tak berani membantah lagi. Suatu hari, musibah menimpa keluarga Pandawa. Arjuna, Nakula dan Sadewa ditemukan ajal setelah minum air kolam di tengah hutan itu. Dengan perasaan sedih, Yudhistira berkata,

Duh Dewata, siapa yang tega mencabut nyawa adik-adikku. Habislah harapanku untuk merebut negeri Astina. Dinda Arjuna, kaulah andalan kami

Source blog.hadisukirno.co.id blog.hadisukirno.co.id/yudhistira-lambang-manusia-sabar-dan-adil
Comments
Loading...