Festival Dalang : Festival Dalang Bocah (FDB), DKI

0 115

Festival dalang bocah (FDB) Minggu (22/11) siang ini di Museum Keramik Jakarta, menjadi hari terakhir untuk menentukan peringkat 5 besar di antara 22 dalang kecil dari seluruh Indonesia. Meski dalangnya anak-anak usia 8-15 tahun, namun kepiawaian mereka tak perlu disangsikan lagi dalam memainkan wayang. Masing-masing dibeti kesempatan Siang ini ada penampilan tujuh dalang cilik. Masyarakat pun antusias menyaksikan setiap pergelaran. Bahkan, banyak yang terpingkal-pingkal saat menyaksikan adegan goro-goro ketika dialog antara Gareng dan ayahnya, Semar.

Saat itu Gareng menyampaikan lagu mocopat dari Serat Wulang Reh (karya Sri Sunan Paku Buwono IV) tentang pentingnya mencari ngelmu (ilmu). Satu larik dalam tembang mocopat Pocung itu bunyinya: Ngelmu iku kelakone kanthi laku. Lantas oleh. Romo Semar diterjemahkan, ilmu itu bisa digapai dengan laku atau atau diupayakan, artinya tidak datang sendirinya. Menurut Semar semua ilmu itu ada gunanya bagi manusia. Di situlah kemudian muncul tawa ketika Gareng tiba-tiba nyaut.

Lha kalau ngelmu santhet untuk apa Romo Semar

kata Gareng disambut tawa ratusan pengunjung. Semar pun menyahut.

Ngelmu santhet ya buat nyanthet gundulmu itu

kata Semar kembali membawa suasana tawa riuh. Itu sekilas gambaran betapa anak-anak masa kini pun masih bantak yang piawai menjadi dalang dan diharapkan bisa melestarikan seni wayang yang sudah diakui badan dunja Unesco di PBB.

Source poskotanews.com poskotanews.com/2015/11/22/banyak-dalang-cilik-piawai-mainkan-wayang
Comments
Loading...