Ide & Konsep : Sejarah Wayang, Lewat Berbagai Zaman

0 342

Wayang telah melewati berbagai zaman bahkan menghadapi tantangan dari waktu ke waktu. Tentang asal-usul wayang, nenek moyang di Indonesia telah mengenal kesenian wayang yang asli sejak zaman dahulu kala. Ada yang memahami bahwa kata “wayang” berasal dari kata “bayang-bayang”(bayangan). Ada pula yang memahaminya sebagai singkatan dari kata “WAyahe sembahYANG”. Pemahaman yang kedua itu merupakan bahasa Jawa yang berarti “waktunya beribadah”.

Ini muncul karena wayang dan pertunjukannya merupakan karya para sunan yang termasuk dalam Wali Sembilan (Sanga). Para sunan menggunakan wayang sebagai sarana dakwah agama Islam di tanah Jawa pada zamannya. Sejarah wayang berawal dari zaman Dyah Balitung (898-910 M), yang bersumber dari Mataram-Hindu naskah Ramayana dalam bahasa Sansekerta yang berasal dari India, juga ditulis dalam bahasa Jawa kuno. Kemudian zaman Prabu Darmawangsa (991-1016 M), kisah wayang berasal dari Kitab Mahabarata yang terdiri dari 18 parwa dan ditulis dalam bahasa Jawa kuno menjadi 9 purwa.

Selanjutnya pada zaman Prabu Airlangga (1019-1042 M), kisah wayang berasal dari kitab Arjuna Wiwaha yang ditulis oleh Mpu Kanwa. Pada zaman Kediri (1042-1222 M), yang peduli akan kesusasteraan adalah Prabu Jaya Baya, muncul Pujangga besar bernama Mpu Sedah yang menulis Kitab Bharatayuda, yang kemudian diteruskan oleh Mpu Panuluh. Bersumber dari serat Centini, pada zaman Prabu Jaya Baya membuat gambar “wayang Purwa” diatas.

Source eprints.uny.ac.id eprints.uny.ac.id/41493/1/Skripsi_Yuselg%20Putrikam%20Ikhtiari_12102241040.pdf
Comments
Loading...