Irah-Irahan Wayang : Makuta, Pakai Oleh Para Raja

0 311

Irah-irahan wayang dalam dunia pewayangan adalah sebutan bagi penutup kepala. bentuk-bentuk sanggul dan bentuk rambut. Istilah irah-irahan Wayang bukan hanya  digunakan dalam seni Kriya Wayang Kulit Purwa, Wayang golek Purwa, Wayang Madya, Wayang Wasana juga pada perlengkapan pakaian wayang Orang.Kata irah-irahan  berasal dari bahasa Jawa, kata ‘sirah’ artinya adalah kepala. Bentuk irah-irahan wayang akan menentukan golongan mana tokoh wayang itu termasuk.

Irah-irahan wayang golongan raja, berbeda dengan kerabatnya dan juga dengan para punggawanya. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta dan juga wayang Orang, jenis irah-irahan wayang adalah sebagai berikut :

Makuta, yang artinya mahkota, adalah jenis irah-irahan wayang yang dikenakan oleh para raja. Makuta antar alain dikenakan oleh Prabu Kresna, Prabu Basudewa, Prabu Kresna Dwipayana, Prabu Baladewa dan Prabu Ramawijaya. Golongan Dewa dalam pewayangan yang mengenakan makuta diantaranya Batara Wisnu, Batara Bayu, batara Brama dan Batara Endra. selain itu, raja kera dan  raja raksasa pun ada yang mengenakan makuta, diantaranya Prabu Dasamuka dan Prabu Sugriwa

Source blog.hadisukirno.co.id blog.hadisukirno.co.id/irah-irahan-wayang
Comments
Loading...