Iringan Wayang : Suluk (Sulukan) Pertunjukkan Wayang

0 385

Suluk atau sulukan dalam pertunjukan wayang kulit gaya Surakarta dibedakan menjadi tiga jenis yaitu: pathetan, sendhon, dan ada-ada.

Pathetan adalah lagu vokal dalang yang menimbulkan rasa agung, tenang dan berwibawa yang dinyayikan pada suatu adegan. Sulukan dilakukan setelah iringan gendhing berhenti atau suwuk. Pathetan diiringi dengan instrumen gamelan rebab, gender, gambang, suling, kenong, kempul, dan gong. Pathetan juga digunakan sebagai tanda sekat antara adegan yang satu dengan adegan berikutnya. Selain itu pathetan juga digunakan sebagai peralihan pathet, mengiringi adegan, atau bagian dalam adegan tertentu.

Jenis pathetan antara lain: pathet Nem wantah, Pathet Nem Ageng, Pathet Nem Jugag, Pathet Kedu, Pathet Lasem, Lindur, Pathet sanga wantah, Sanga Ngelik, Pathet sanga jugag, Pathet jingking, Pathet Manyura wantah, Pathet manyura ageng, Pathet manyura Ngelik, dan Pathet Manyura Jugag. Sendhon adalah lagu vokal dalang yang memberikan rasa emeng, sedih, was-was. Sendhon hampir sama dengan sulukan, perbedaannya adalah pada tempo penyuaraan dan ricikan iringan.

Contoh jenis sendhon antara lain: Sendhon penanggalan, Sendhon rencasih, Sendhon sastradatan, Sendhon tlutur, Sendhon kloloran, dan Sendhon kagog ketanon pathet manyura. Ada-ada adalah lagu vokal dalang yang menimbulkan rasa sereng, greget, dan tegang. Dalam membuat suasana yang menegangkan ada-ada diiringi dengan ricikan gender dan diikuti dengan dodogan dan keprakan. Ada-ada girisa.

Source bsd.pendidikan.id bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_10smk/Kelas_10_SMK_Pengetahuan_Pedalangan_2.pdf
Comments
Loading...