Jenis Wayang : Antara Wayang Suket dan Gundono

0 70

Kecintaannya dengan dunia Pedalangan dimulai saat Gundono masih kecil. Tapi ada hal lain di balik itu yang tidak ia sukai. Yaitu kehidupan pedalangan yang sangat dekat dengan mabuk-mabukan dan main perempuan. Untuk Gundono memilih masuk pesantren di Lebak Siu sampai Madrasah Aliyah. Tetapi bukannya semakin menjauh justru perasaan semakin cinta dan kangen dengan dunia wayang. Slamet Gundono lahir di Slawi Tegal pada tanggal 19 Juni 1966.

Kedua orang tuanya petani tulen dan tidak mempunyai darah seni sama sekali. Wayang suket bisa dikatakan merupakan pengalaman bawah sadar masa kecilnya. Setiap hari ia ke sawah dan melihat suket (rumput). Ketika petani sedang santai dan untuk mengisi waktu, mereka menganyam bagian batang jenis rumput menyerupai bentuk wayang. Pengalaman itulah yang menjadi

ide dadakan

pentas perdananya di Riau sekitar tahun 1997. Sebuah situasi yang mengharuskan ia ndalang (pentas wayang), padahal saat itu tidak ada wayang kulit. Ia kemudian ingat kakaknya yang tinggal di sana dan kebetulan mempunyai studio lukis di tengah alang-alang persawahan. Berbekal pengalaman masa kecil yang setiap hari ke sawah, maka muncullah ide memakai suket (rumput) yang dibentuk, diikat dan digulung menjadi berbagai bentuk wayang yang kemudian ia mainkan dengan gamelan mulut ala kadarnya. Lakon itu berjudul ” Kalingan Lamun Kelangan”. Itulah pentas wayang suket perdanya. 

Source Kompas kompasiana.com/sarie/552b2c24f17e616d77d62422/antara-wayang-suket-dan-gundono#
Comments
Loading...