Jenis Wayang : Bentuk Pertunjukan Wayang Orang

0 187

Wayang orang sebagai sajian seni pertunjukan di era globalisasi mengalami perkembangan yang pesat.

Sejarah perkembangan sebuah seni pertunjukan cenderung ditentukan oleh berbagai faktor.

Pertama, adanya pengaruh langsung dari pertumbuhan masyarakat dengan pergeseran lapisan-lapisan serta golongan-golongan.

Kedua, adanya daya cipta dari pihak lapisan seniman. Begitu juga dengan pendapat Sumarsam mengatakan bahwa, salah satu dari ciri ciri kebudayaan Jawa adalah ketebukaan terus-menerus orang Jawa kepada kebudayaan dan gagasan-gagasan dari luar.

Melihat dengan pesatnya tawaran hiburan, sebagai komunitas yang beranggotakan pemuda-pemuda, Komunitas Graha Seni Mustika Yuastina Surabaya merasakan prihatin terhadap kesenian Wayang Orang yang semakin lama semakin sedikit ponotonnya. Yudok selaku pemain serta ketua kominitas menegaskan bahwa pertunjukan Wayang Orang THR bersifat biasa dan kurang memahami selera penonton, sehingga perlu adanya perubahan pertunjukan. Sejalan dengan pendapat Machionis yang mengatakan; perubahan adalah transformasi dalam organisasi masyarakat, dalam pola berpikir dan dalam perilaku pada waktu tertentu di mana, konsep dasar dari perubahan sosial mencakup tiga gagasan: perbedaan, pada waktu yang berbeda dan diantara sistem sosial yang sama.

Perubahan dalam arti pengelolaan berdasarkan unsur-unsur tradisi yang diberi nafas pemberian suatu nilai terhadap objek yang sesuai dengan tingkat perkembangan masa, tanpa mengurangi atau menghilangkan nilai-nilai tradisi. Seperti halnya yang terjadi pada pertunjukan wayang Orang Mustika Yuastina Surabaya. 

Source journal2.um.ac.id journal2.um.ac.id/index.php/dart/article/download/2185/1287
Comments
Loading...