Jenis Wayang : Dramatik Pakeliran Lakon Wayang

0 106

Penyajian Wayang Orang pada dasarnya mengacu pada karakterisai pada Wayang kulit. Penyusunan dialog dalam adegan per adegan tidak akan terwujud, apabila sutradara tidak memiliki landasan serta pengetahuan yang luas. Sebaliknya, walaupun lakon yang disuguhkan memiliki daya tarik tersendiri, namun tidak di dasari dengan pengatahuan penyusun dialog, maka lakon yang dianggap menarik, tidak terwujud. Pada pertunjukan Wayang Orang Komunitas Graha Seni Mustika Yuastina Suarabaya lakon

Ngabar Sawung Suralaya

terdiri dalam tiga pathet hal ini seperti sejalan dengan Hadiprayitno yang mengatakan lakon wayang tradisional memiliki bangunan konvensional, yaitu disusun secara hirarkis dalam struktur yang terbagi dalam pathet, jejer dan adegan. Melihat dari data diatas, Komunitas Graha Seni Mustika Yuastina Suarabaya menggunakan pakeliran lakon yang sesuai wayang orang yang ada. Dalam satu lakon tiga katagori yang didasarkan pathet yaitu pathet nem, pathet sanga, dan pathet manyura. Dalam tiga katagori waktu tersebut, terdapat pembagian level dibawahnya, yaitu levalisasi peristiwa yang disebut jejer yang masih terbagi menjadi beberapa adegan.

Lebih lanjutnya, Wahyudi menjelaskan bahwa jejer adalah rangkaian adegan secara sintamatig yang katagorisasinya di dasarkan pada tiga persoalan, yaitu
1) tempat dan peristiwa terjadi masih berada dalam satu “wilayah” teretorial,
2) pokok permasalahan masih berada dalam satu topik, dan
3) khusus untuk pergantian jejer I ke jejer II ditandai.

Source journal2.um.ac.id journal2.um.ac.id/index.php/dart/article/download/2185/1287
Comments
Loading...