Jenis Wayang : Faktor Ubahan Pertunjukan Wayang

0 85

Kemajuan teknologi dan informasi saat ini, banyak membuat proses perubahan yang cepat di segala bidang seperti sosial dan budaya. Keberagaman budaya modern dari luar negeri mulai masuk dan berbenturan dengan budaya nasional. Misalnya wayang orang yang ada di Surabaya, kini secara perlahan mulai ditinggalkan oleh masyarakat Surabaya dengan alasan masyarakat Surabaya lebih menyukai tontonan yang ada di televisi atau bioskop. Oleh sebab itulah diperlukan adanya perubahan dan pembaharuan dalam meningkatkan kembali daya tarik terhadap pertunjukan wayang orang yang ada di Surabaya.

Wayang orang di Surabaya kini mulai bangkit dari keterpurukannya. Para seniman wayang orang Surabaya berupaya melakukan perubahan bentuk pertunjukannya agar penonton selalu tertarik untuk menonton. Wayang orang termasuk pada jenis teater tradisi yang harus dilestarikan. Edy Sedyawati menyebutkan bahwa di dalam sebuah alur cerita teater tradisi biasanya dikuasai oleh pembabakan tertentu yaitu ada adegan pembukaan dan penutupan, ada urutan babak yang telah ditentukan, dan ada penyeling adegan.

Pola-pola pembabakan ini dapat berubah secara internal misalnya disebabkan oleh perubahan tuntutan mengenai lamanya suatu tontonan yang dikehendaki. Perubahan pola pembabakan ini terlihat pada komunitas Wayang Orang Mustika Yuastina yang lebih memadatkan struktur pertunjukannya serta terlihat pula pada komunitas Wayang Orang THR, Mustika Yuastina, dan Tribuana yang sekarang ini menampilkan penyajian wayang.

Source jurnalmahasiswa.unesa.ac.id jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/apron/article/view/11981/11181
Comments
Loading...