Jenis Wayang : Fungsi Wayang Kulit sebagai Media

0 184

Pada perkembangan selanjutnya, manusia purba Jawa kemudian mulai mengenal kepercayaan akan adanya penguasa alam semesta, yang menciptakan bumi dan langit beserta segala isinya. Kepercayaan masyarakat kuna yang mulai mengenal Tuhan sebagai Dzat yang menciptakan alam semesta kemudian lebih dikenal dengan istilah kapitayan. Kemunculan pemujaan terhadap Tuhan dan roh nenek moyang dikenal dengan istilah upacara “Hyang” yang juga mendasari lahirnya wayang (±1.500 SM) sebagai penggambaran roh-roh nenek moyang yang datang memberikan restu atau pertolongan kepada para manusia.

Berdasarkan uraian dan hal yang melatar belakangi munculnya wayang itulah, maka tak khayal jika wayang pada masa perkembangan agama Islam di Pulau Jawa juga digunakan sebagai media untuk mengenalkan dan mengajarkan ajaran tauhid/ajaran Ketuhanan. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa juga tak mengalami banyak hambatan karena ajaran pokok agama Islam tak banyak berbeda dengan kepercayaan kapitayan yang sudah dianut masyarakat Jawa sejak dahulu.

Hal tersebut juga didukung dengan digunakannya kesenian-kesenian tradisional lainnya yang juga disisipkan dengan nilai-nilai Islami, seperti penciptaan tembang-tembang macapat dan gendhing oleh para wali. Wayang sebagai seni yang digemari oleh masyarakat memang memiliki daya tarik yang tinggi dan nilai tersendiri di dalam masyarakat. Salah satu cerita dalam pewayangan yang sangat digemari oleh masyarakat adalah cerita tentang pusaka.

Source Kompas kompasiana.com/aditya_alfajr01/56f941950e93732905e12dbd/fungsi-wayang-kulit-dalam-penyebaran-agama-islam-di-pulau-jawa#
Comments
Loading...