Jenis Wayang : Garap Musik Pertunjukan Wayang

0 77

Konsep garap musik pada pertunjukan wayang orang Graha Seni Mustika Yuastina masih menggunakan dasar tradisi yang lebih kental. Maksud dari tradisi kental ialah instrumen musik yang digunakan adalah gamelan. Namun untuk menonjolkan tekanan gerak pada adegan perang, penata gending menambahkan instrumen simbal dan drum sebagai pendukung suasana. Di dalam konsep musikalitasnya juga tetap mengacu pada tradisi yang sudah ada, seperti dalam penggunaan musik srempeg, sampag, lancaran, ketawang, dan ladrang.

Tetapi dalam pengembangannya terdapat beberapa musik srempeg garapan baru yang dikembangkan pada melodi-melodinya. Acuan dasar musik pathet seperti pathet nem, pathet sanga, dan pathet manyura untuk wayang orang masih digunakan dalam pertunjukan wayang orang Graha Seni Mustika Yuastina. Seperti pada adegan gara-gara yang seharusnya menggunakan pathet sanga, penata gending meminjam pathet atau dalam istilah Bahasa Jawa yaitu nyilih pathet dengan menggunakan bentuk Lancaran Surabaya Kumandang yang menggunakan pathet pelog barang.

Musik penutup yang digunakan bukan lagi Gending Ayak Pamungkas, penata gending telah menciptakan musik baru agar ada  konsep garap baru yang menonjol dan sebagai cirri khas dari pertunjukan wayang orang oleh Graha Seni Mustika Yuastina. Tempat pentas yang digunakan oleh Graha Seni Mustika Yuastina yaitu panggung prosenium. Berbeda dengan Wayang Orang THR, Graha Seni Mustika Yuastina sudah  tidak lagi menggunakan kelir.

Source jurnalmahasiswa.unesa.ac.id jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/apron/article/view/11981/11181
Comments
Loading...