Jenis Wayang : Kejayaan Wayang Orang Surabaya

0 90

Saat Wayang Orang di Surabaya mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1955 kehidupan perekonomian setiap pemainnya sangatlah tercukupi. Para pengrawit rata-rata menerima gaji satu malamnya antara 5 rupiah sampai 10 rupiah serta untuk penari minimal mendapatkan 15 rupiah yang sudah dapat untuk membeli beras tiga hingga lima kilogram seharga tiga rupiah. Jadi dengan penghasilan 150 rupiah hingga 450 rupiah setiap satu bulannya para pemain wayang orang kehidupannya sangatlah tercukupi.

Hampir setiap hari wayang orang dipentaskan untuk memenuhi kebutuhan hiburan penontonnya. Penonton berbondong-bondong meramaikan THR hanya untuk menikmati pertunjukan wayang orang meskipun harus membeli tiket terlebih dahulu. Sistem kelas diterapkan dalam penjualan tiket wayang orang, semakin ke depan semakin mahal tiketnya. Saat pecahnya G30 S/ PKI tahun 1965, masa kejayaan wayang orang di Surabaya sedikit terganggu.

Wayang orang sempat dimanfaatkan oleh Partai Komunis Indonesia untuk tujuan politik. Kebanyakan anggota dari wayang orang yang ada di Surabaya tidak menyadari hal ini bahkan mereka sebenarnya tidak mengetahui tentang ideologi dari PKI. Pengalaman pahit ini sudah barang tentu bukan merupakan suatu kesengajaan individu atau kelompok, tetapi karena dipaksa oleh keadaan ambisi partai komunis untuk berkuasa. Kondisi inflasi dari tahun 1963 sangat tidak menguntungkan terhadap kehidupan para seniman wayang orang. Gaji seorang pemain wayang orang rata- rata sehari sekitar seratus rupiah hanya dapat beras.

Source jurnalmahasiswa.unesa.ac.id jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/apron/article/view/11981/11181
Comments
Loading...