Jenis Wayang : Kolaborasi Jaranan Wayang Wong

0 160

Kesenian unik dari Blitar, kolaborasi Jaranan dengan Wayang Wong (Jarwo) dipentaskan di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya, Jum’at malam (18 Oktober). Pergelaran dengan lakon

Kongso Adu Jago

ini mengawali Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) Jawa Timur dari Kabupaten Blitar yang berlangsung hingga Minggu siang (20/10). Sebagaimana diketahui, bahwa seni pertunjukan rakyat Wayang Wong (Wayang Orang) sedang berada diambang kepunahan, khususnya di Jawa Timur. Penggemar WO kebanyakan hanya bertahan pada orang-orang tua. Sementara kesenian Jaranan malah merebak dimana-mana dan disukai berbagai kalangan, terutama anak muda.

Maka menggabungkan Jaranan dengan Wayang Wong ini merupakan terobosan kreatif yang berhasil dilakukan oleh seniman Blitar. Dalam kisah pewayangan diceritakan, Kongso (Kangsa) adalah putra Dewi Maerah (Amirah), isteri Raja Manduro, Basudewa. Namun Basudewa meragukan Kongso anaknya sejak dalam kandungan, lantaran Amirah pernah berhubungan dengan Guruwangsa, raja kerajaan Guwabarong, yang menyamar menjadi Basudewa dan menelusup ke dalam keraton ketika Basudewa sedang berburu.

Amirah meninggal dunia ketika melahirkan Kongso di pengasingan lantaran diusir suaminya. Sementara Suratrimontro adik dari Guruwangsa, yang menampungnya, mendidik dan memprovokasi Kongso agar kelak menjadi Raja di Mandura. Ketika tumbuh dewasa Kongso datang ke Mandura dan menantang “adu jago”. Basudewa menjagokan Bima, sedangkan Kongso diwakili oleh Suratrimontro, pamannya sendiri. Di sekitar arena tanding telah disiapkan.

Source kompasiana.com kompasiana.com/henrinurcahyo/552fd1426ea83448408b4671/kolaborasi-jaranan-wayang-wong-dari-blitar#
Comments
Loading...