Jenis Wayang : Kondisi Ekonomi Seniman Wayang

0 78

Kondisi sosial ekonomi seniman wayang orang di Surabaya sangatlah memprihatinkan, sehingga untuk mempertahankan hidupnya para pemain wayang orang di Surabaya harus mencari pekerjaan lain pada siang harinya. Sekitar tahun 1970 kehidupan seniman wayang orang di Surabaya mulai ditata dan diarahkan kembali agar keberadaan kesenian itu tetap  lestari, namun gedung- gedung pertunjukan wayang orang seperti yang ada di Pandegiling dan Kalisari sudah tutup karena surutnya wayang orang saat pecahnya G 30 S/ PKI.

Gedung THR adalah satu-satunya gedung pertunjukan wayang orang yang tetap bertahan untuk menampilkan pertunjukan wayang orang. Para seniman wayang orang yang ada di lingkungan THR juga tidak menyetujui apabila gedung pertunjukan THR dibongkar karena dirasa gedung tersebut merupakan aset kesenian yang harus tetap dipertahankan. Dunia pertelivisian yang ada sejak sekitar tahun 1975 menyebabkan wayang orang mengalami penurunan yang sangat drastis.

Adanya proses transformasi pertunjukan wayang orang yang semula dipentaskkan di panggung kini dipentaskan di televisi. Karena dinilai lebih praktis dan menghemat biaya, masyarakat lebih memilih menonton pertunjukan di televisi ataupun mendengarkan siaran-siaran dari radio. Gedung-gedung pertunjukan wayang orang mulai sepi oleh penontonnya. Hanya beberapa orang saja yang tetap menonton wayang orang dengan alasan karena kecintaannya terhadap kesenian wayang orang tersebut. Terlebih lagi pertunjukan wayang orang secara rutin menjadi salah satu pengisi.

Source jurnalmahasiswa.unesa.ac.id jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/apron/article/view/11981/11181
Comments
Loading...