Jenis Wayang : Pakeliran Padat, Yaitu Oleh Manteb

0 166

Pakeliran padat ini oleh Ki Manteb banyak dipentaskan di luar negeri, karena memang tidak memungkinkan bila akan pentas semalam suntuk seperti halnya bila pentas di dalam negeri. Biasanya penampilan di luar negeri hanya membawa anggota sekitar 10 orang, dan dengan pakeliran padat tetap menggunakan bahasa Jawa dan dengan iringan ala kadarnya tidak menggunakan seperangkat gamelan yang komplit. Adapun sinden atau swarawatinya hanya satu orang (biasanya isteri sendiri), dan beberapa niyaga yang kadang adalah anak dan saudaranya.

Adapun lakon-lakon yang ditampilkan dalam pakeliran padat biasanya merupakan lakon-lakon carangan, yaitu lakon-lakon yang sudah dikembangkan dengan kreativitas dari ki dalang, namun tidak keluar dari pakem dari lakon tersebut. Dengan durasi selama kurang lebih satu jam, diharapkan penonton bisa memahami apa yang disajikan. Disinilah kemahiran dalang diuji kemahirannya untuk bisa menyampaikan misinya melalui pakeliran padat. Ini semua sudah dibuktikan oleh Ki Manteb yang mementaskan pakeliran padat di Spanyol pada tahun 1992 dalam arena Expo di Kota Sevilla.

Melalui pakeliran padat Ki Manteb mampu berkomunikasi dengan baik pada penonton dan mendapat tanggapan positif. dengan pakeliran padat. Lakon Dewa Ruci menceritakan tentang upaya Bima atau Bratasena untuk mendapatkan ilmu kesempurnaan hidup ini mengandung ajaran yang sangat mulia. Menceritakan kegigihan seorang murid yang bernama Bima atau Bratasena dalam belajar.

Source ia800206.us.archive.org ia800206.us.archive.org/1/items/KiMantebSoedharsonoLR/Ki%20Manteb%20Soedharsono_LR.pdf
Comments
Loading...