Jenis Wayang : Pancabudaya Penyelamat Wayang

0 117

Banyak seni tradisi mengalami mati suri, karena tergerus orientasi dari generasi baru yang cenderung menggandrungi produk budaya modern (baca: budaya barat). Sehingga banyak seni tradisi, semisal: Wayang Beber, Kentrung, Dhadhung Awuk, atau Srandul yang bisa dikatakan mati itu tidak lagi mereka kenal; sekalipun namanya masih sering didengar. Disamping beberapa seni tradisi tersebut, terdapat beberapa seni tradisi lain yang masih mereka kenal namun sudah mengalami sentuhan garapan baru di sana-sini, antara lain: Kudalumping (Jathilan), Angguk, Kethoprak, Wayang Kulit, dan Wayang Wong.

Terutama Seni Wayang Wong (gagrak Surakarta) yang menurut sejarah digubah oleh KGPAA Mangkunegara I alias Pangeran Sambernyawa/RM Said (1757-1795) hingga mencapai puncak kejayaan semasa pemerintahan KGPAA Mangkunegara V alias RM Samekto (1881-1896) dan dikembangkan di luar istana Mangkunegaran oleh Gam Kang (1895) melalui Grup Kesenian Wayang Wong Sriwedari itu belum mencapai usia tigaratusan tahun, akan tetapi kesenian yang kemudian mendapatkan perhatian dari Pakualam VII alias BRMH Surarjo (1916-1944) tersebut perlahan-lahan mengalami masa surut di ambang datangnya era milenium. Akibatnya, Seni Wayang Wong baik gagrak Surakarta maupun Yogyakarta mengalmi nasib buruk, yakni: mati suri.

Source kompasiana.com kompasiana.com/achmadeswa/5a82d208cf01b42d884aff52/pancabudaya-penyelamat-wayang-wong-yogya
Comments
Loading...