Jenis Wayang : Penyebaran Wayang Suluh, Kembangkan

0 166

Pemasyarakatan wayang suluh kemudian dilaksanakan oleh berbagai pihak. Pada waktu Dewan Pimpinan Pemuda (DPP) seluruh Jawa dan Madura mengadakan konferensi (tanggal 1 april 1947), telah membagi 52 stel Wayang suluh kepada para wakil DPP. Dengan demikian oleh DPP di masing-masing daerah, cabang, wayang Suluh terus dikembangkan dan disebarluaskan sebagai alat penerangan dan alat penghibur yang sederhana tetapi dapat menambah wawasan rakyatnya.

Kementrian Penerangan Pusat, pada tanggal 2 Nopember 1947 telah berusaha untukmengadakan demontrasi wayang suluh bertempat di Bangsal Kepatihan Danurejan Yogyakarta dengan dalang Ki Probohardjono dengan diiringi gamelan yang dipimpin Ki wasitadipura atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Tjakra beserta kawan-kawannya. Pergelaran tersebut dihadiri sekiatr 700 orang di antaranya Presiden Sukarno dan para menetri, pembesar-pembesar militer dan sipil dan beberapa ahli kebudayaan.

Atas perintah Bung Karno, presiden RI, peristiwa tersebut dikemas da;am sebuah lukisan oleh pelukis terkenal Dullah. Sampai sekarang lukisan pagelaran wayang suluh tersebut masih disimpan di Museum Dullah Solo. Menurut Ki Probohardjono,sekotak wayang suluh pertama kira-kira 30 buah yang dibuat dan dipakainya di Kepatihan Danurejan Yogyakarta telah dibawa ke Warsawa untuk ditampilkan pada Word International Youth Confference. Oleh karenanya,ia membuat Wayang suluh lagi untuk keperluan pagelaran selanjutnya, ada yang dari kulit, karton, ada pula yang dari tripleks, dan ada yang dari kayu. Ketika berlangsung Konferensi.

Source wayangindonesia.web.id wayang.wordpress.com/2006/10/27/wayang-suluh
Comments
Loading...