Jenis Wayang : Potehi, dari Kata Serapan Dialek Hokkian

0 188

Potehi berasal dari kata serapan dialek Hokkian (bukan bahasa), yakni : poo (artinya kain), tay (artinya kantong), dan hie (artinya wayang); sedangkan dalam bahasa Mandarin disebut 布袋戯 (baca : Bu Dai Hu); yang secara harfiah berarti wayang yang berbentuk kantong kain. Orang yang berperan sebagai dalang memainkannya dengan memasukkan tangan mereka ke dalam kain tersebut. Wayang Potehi, terdiri dari 2 kata yaitu ‘wayang’ dan ‘potehi’; dan jelas juga berasal dari kata bahasa Indonesia dan dari kata serapan dialek Hokkian.

Kata ‘wayang’ sendiri dipercaya bukan kata murni bahasa Indonesia atau Melayu, tapi merupakan serapan dari bahasa Jawa atau Sansekerta yang artinya kurang lebih bayangan. Walaupun dalam penerapan dan konteks ‘wayang potehi’ sangat jauh dari ‘bayangan’. Lebih tepatnya, dalam bahasa Mandarinnya adalah Bu Dai Xi dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Glove Puppetry. Nama lainnya antara lain adalah : budai mu’ouxi, shoucao kuileixi, shoudai kuileixi, xiaolong, atau zhihuaxi.

Jadi kurang lebih arti kata Wayang Potehi itu sendiri adalah wayang boneka yang terbuat dari kain. Sang dalang akan memasukkan tangan mereka ke dalam kain tsb dan memainkannya seperti layaknya wayang jenis lain. Wayang ini dimainkan menggunakan kelima jari tangan. Tiga jari tengah (telunjuk, jari tengah, dan jari manis) berfungsi mengendalikan bagian kepala wayang, lalu jempol.

Source tionghoa.info tionghoa.info/kesenian-wayang-potehi
Comments
Loading...