Jenis Wayang : Potret Tradisi Syawal dengan Wayang

0 35

Suara gamelan mengiringi hentakan tangan dalang. Pertunjukan wayang krucil di Dusun Wiloso, Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, membetot perhatian pengunjung. Ya, wayang krucil merupakan salah satu keragaman wayang yang ada di Indonesia. Wayang-wayang ini berada di kawasan kaki Gunung Katu dan menjadikannya memiliki sebutan lain, yaitu Wayang Krucil Ereng-ereng Gunung Katu. Wayang ini terbuat dari kayu pule dan kulit sapi.

Wayang ini usianya sudah lebih dari seratus tahun. Mbah Cilung, sosok warga setempat yang dikenal sebagai empunya wayang ini. Lalu, turun ke Mbah Taram, lalu turun ke Mbah Tarum. Selanjutnya, turun ke Mbah Ngarimun. Kini, wayang ini dilestarikan oleh generasi kelima yakni Mbah Saniyem. Umur Mbah Saniyem sudah 95 tahun. Dalam pertunjukan tersebut, Mbah Saniyem datang menonton. Pertunjukan wayang krucil menampilkan lakon tentang masuknya Islam di Jawa, berdasarkan Hikayat Panji.

Tokoh utamanya ada Panji, Damar Wulan, dan Mbah Gimbal

Setiap pagelaran wayang, terdiri dari beberapa orang yang memegang peran. Mulai dalang, pengiring musik, hingga juga sinden. Kebanyakan dari mereka berusia lebih dari 50 tahun, hanya satu yang berkepala empat. Dia adalah penabuh kendang yakni Susio yang usianya 45 tahun. Bahkan, ada penabuh kendang bernama Dolah yang sudah berusia 70 tahun.

Source Kumparan kumparan.com/tugumalang/potret-tradisi-syawal-dengan-wayang-krucil-gunung-katu-di-malang-1rGdRBV9z63
Comments
Loading...