Jenis Wayang : Sadat (Wayang Sadat), Islam Tersebar

0 754

Wayang Sadat diciptakannya dengan maksud untuk memberikan penyeimbangan terhadap perkembangan Islam yang disampaikan oleh para wali dahulu. Karena ada perkembangan sejarah yang mengarah kearah sinkretisme dengan masuknya pengaruh kebudayaan Jawa, Hindu dan Buddha dalam ajaran agama Islam. Disamping itu, ia bermaksud untuk melanjutkan hakikat Islam yang terdapat dalam gubahan pakeliran Wayang Purwa pada masa kerajaan Demak, yaitu cerita Jimat Kalimasada.

Sedangkan, perkeliran pada masa perkembangan Wayang Beber, Wayang Madya, dan Wayang Gedog, tidak pernah menyinggung roh Islam, tetapi hanya cerita-cerita tentang raja-raja saja. Kata “sadat” berasal dari kata syahadattain. Ia mempunyai tujuan dengan nafas Islam sebagai dakwah dalam pergelarannya. Ia juga ingin melanjutnya tradisi Sekatenan yang merupakan pembacaan sahadat secara masal pada masa Kerajaan Demak. Wayang Sadat pada 1986 yang didalangi oleh Suryadi WS, seorang mubalig dari kalangan Muhammadiyah.

Wayang sadat yang digagas oleh Suryadi ini bertujuan sebagai media dakwah, sama seperti wayang kulit pada masa Wali Songo. Namun, ada perbedaan mendasar antara pementasan wayang sadat dengan pergelaran wayang yang pernah dilakukan oleh para Wali Songo tersebut. Jika pementasan wayang pada masa Wali Songo menggunakan alat peraga dan kelengkapan teknik pakeliran, maka wayang sadat, mulai dari dalang hingga lakonnya. Gendingnya salawatan, sementara dalangnya mengunakan surban, pengrawitnya menggunakan kopiah, sedangkan sindennya berjilbab.

Source Wayangku Wayang Indonesia
Comments
Loading...