Jenis Wayang : Sampah Untuk Lestarikan Wayang

0 39

Harapan Sunarto menjadi seorang seniman yang dapat terus melestarikan budaya Jawa yakni wayang kulit membuatnya berkeinginan keras untuk menumbuhkan generasi-generasi seniman wayang kulit yang baru. Harapan yang dianggap berat bagi Sunarto itu, akan tetap diperjuangkan sekuat tenaga meskipun ekonomi menjadi ombak penghalang bagi tujuan mulianya. Bekerja sebagai cleaning service di Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menjadi pilihan hidup pemuda kelahiran Bantul – Yogyakarta, 7 Maret 1984 ini, ketika ia dihadapkan dengan impian yang ingin diwujudkannya saat lulus dari bangku SMP Giriloyo Imogiri – Bantul, DIY.

Sunarto juga bekerja keras menembus kerasnya hidup untuk berlari ke Jakarta sebagai penjual burung di salah satu pasar sebelum ia bekerja sebagai cleaning service di Yogyakarta. Alasan itu, menjadi pilar kuat pribadinya saat ia ingin mengumpulkan lembaran uang untuk dapat menghasilkan aneka karya seni wayang kulit.

Langkah awal mengapa ia bisa bertemu dengan gedung tinggi nan megah di Babarsari, ketika ia melamar bekerja di PT. Gemilang. Di mana perusahaan tersebut bergandengan tangan dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta untuk mencari insan yang ahli di bidang kebersihan.

Anak kedua dari empat bersaudara ini tak mengenal lelah saat harus terus berdekatan dengan sapu, sampah, tong sampah dan kain pel. Pandangan yang sudah terbentuk dalam benaknyalah yang selama ini menyelimuti kinerjanya, di mana ia harus membahagiakan dan membantu orang tuanya untuk membiayai sekolah adik bungsunya yang masih menginjak bangku SMA di Wukirsari – Bantul, Yogyakarta.

Tetesan peluh yang keluar tak pernah dihiraukan Sunarto saat bekerja. Terlebih ketika mengingatkakak sulungnyasudah meninggalkan rumahnya di Bantul untuk menempuh bahtera kehidupan yang baru bersama istrinya, adik perempuannyayanghanya bekerja di loket terminal Umbul Harjo – Yogyakarta, ibunya yang menjajakan krupuk, dan ayahnya yang bekerja sebagai seniman wayang kulit sepertinya, sehingga beban untuk meningkatkan ekonomi keluarga ada pada tangan Sunarto. Sehari-hari Sunarto membersihkan kolong-kolong meja, kursi, serta atap di seluruh Gedung Pusgiwa.

Source Kompas kompasiana.com/megalatu/550e90f1a33311ac2dba82f6/setumpuk-sampah-untuk-lestarikan-wayang-kulit
Comments
Loading...