Jenis Wayang : Wayang Beber ‘”Wedhus Gembel'”

0 69

Taufik mengeksplorasi wayang dengan cat air terlihat sangat sederhana, namun mendasar dan mendalam. Kenapa harus pusing memikirkan awan panas letusan gunung berapi. Bagi Taufik, ini adalah penting memikirkan keselarasan alam dan manusia. Kata filsafat jawa Ribang bumi ribang nyawa, ana beja ana cilaka, ana urip ana mati. Menurut Taufik  bencana & celaka akan terjadi. Sederetan lukisan cat air wayang Wedhus Gembel sepintas mengigatkan wayang beber yang mengisahkan Panji karya Pujianto.

Karya yang mengisahkan cinta Panji Asmoro Bangun merajut cintanya dengan Dewi Sekartaji Putri Jenggolo, yang telah berkeliling Rusia dan kini berada di Bali. Saya beruntung dengan Taufik telah bersama-sama menyaksikan langsung lukisan wayang beber 60 meter karya Pujianto. Taufik tertegun melihat lukisan itu. Sebuah kejutan indah terdengar dengan keras dengan logat jawa Surabayanya

Wayang Beber Wedhus Gembel

Tentu paradok membandingkan kisah karya lukisan wayang beber Pujianto dengan Wayang lukisan cat air Taufik Kamajaya. Wedhus gembel bagi Taufik bukan sekedar debu panas vulkanik, namun sebuah kisah sedih, solidaritas, kekeluargaan dan spiritual yang menyatu dalam lakon hidup masyarakat lereng gunung berapi. Salah satu tokoh wayang bebernya yang ditunjukkan kepada saya adalah Roro Oyi. Tokoh ini adalah dewi yang lahir dari bara api. Bila merujuk dalam cerita pewayangan, maka Roro Oyi seperti Dewi Drupadi.

Source Kompas kompasiana.com/yubant/57526f0c28b0bdf0068e9674/wayang-beber-wedhus-gembel-taufik-kamajaya#
Comments
Loading...