Jenis Wayang : Wayang Daun Singkong Buatan Ibu

0 42

Langit kelap-kelip… bumi gonjang-ganjing…

Suara ibu mengalun gagah bak dalang kondang. Tangannya mengetuk-ngetuk ritmis amben kayu. Sayapun terkagum menyaksikan pertunjukan di dapur. Sejenak kemudian tangan ibu memegang dua batang daun singkong yang dipilin menyerupai wayang. Dari mulutnya keluar percakapan  dua  lakon membuat saya terkagum sesekali terkekeh karena lucu. Kisahnya bebas, bisa Arjuna, Rama Shinta atau kancil dan buaya. Ibu memang piawai menirukan beragam jenis suara.

Ketika kecil, memasak sayur singkong momen yang paling saya tunggu. Usai membantu ibu memisahkan sayur dari tangkainya tersisa batang singkong aneka warna, merah, hijau dan kuning. Dengan cekatan ibu menganyam batang-batang menjadi wayang. Sebelumnya batang singkong diletakan dekat tungku kayu sejenak agar layu dan mudah dibentuk. Sebuah batang  ditekuk untuk dasar tubuh wayang. Dari sinilah tangkai demi tangkai dijalin membentuk wajah dan hidung sampai badan.

Ibu biasa “mendapuk” tokoh antagonis Rahwana dari batang singkong warna merah, sedangkan warna lainnya menggambarkan tokoh protagonis. Inilah cara beliau mengenalkan warna sekaligus mengajarkan simbol-simbol yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir abstraktif. Bagi anak umur 5 tahun kebaikan dan pesan moral merupakan hal abstrak yang sulit didefinisikan. Tapi melalui dialog , jalan cerita  dan simbol warna akan lebih mudah dimengerti. Yang nantinya membangun  kecerdasan emosi serta kepekaan sosial. 

Source kompasiana.com kompasiana.com/dananwahyu/5520d91ea333115f4946cea4/wayang-daun-singkong-ibu#
Comments
Loading...