Jenis Wayang : Wayang Gedog, Ambil Cerita Panji

0 17

Wayang gedog, bukan mengisahkan cerita Ramayana atau Mahabarata, melainkan mengambil inti cerita Kisah Raden Panji. Dalam wayang itu, kerajaan-kerajaan yang menjadi latar belakang pemerannya antara lain Jenggala, Singasari, dan Kediri atau Daha. Pergelaran Wayang Gedog juga lazim dilaksanakan pada malam hari, dengan bahasa Jawa sebagai pengantar. Gamelan pengiringnya memakai laras pelog. Bentuk peraga Wayang Kulit Gedog, mirip sekali dengan Wayang Kulit Purwa.

Bentuk sumping, dodot, tangan, dan kakinya sama, hanya bentuk sunggingan dan tatahannya yang berbeda. Beberapa tokoh Wayang Kulit Gedog memakai irah-irahan (tutup kepala) berbentuk tekes, serta kainnya berbentuk rapekan atau dodot, misalnya tokoh Panji Inukertapati. Sementara itu, tokoh putri rambutnya terurai. Menurut Serat Centini yang menciptakan Wayang Gedog adalah Sunan Ratu Tunggul, zaman Kerajaan Demak, dengan candra sengkala: Gaman Naga ing Udipatya.

Ini melambangkan angka tahun Saka 1485. Cerita mengenai perjalanan hidup Damarwulan dimasukkan dalam Wayang Gedog oleh Sunan Bonang pada tahun 1488 Saka. Namun, dalam perkembangannya, Wayang Gedog kurang mendapat sambutan dari masyarakat pencinta wayang, kalah dari Wayang Purwa. Pementasannya amat jarang dilakukan. Hingga akhir abad ke-20, generasi muda sangat kurang akrab dengan jenis wayang ini. Patut dicatat, Keraton Kasunanan Surakarta se-benarnya mempunyai perhatian cukup besar dalam usaha pelestarian Wayang Gedog ini. Beberapa karya seni yang berkaitan dengan Wayang.

Source Wayang wayang.wordpress.com/2006/10/27/wayang-gedog
Comments
Loading...