Jenis Wayang : Wayang Jawa Timur (Wayang Jek Dong)

0 59

Wayang kulit jawa timuran, juga banyak disebut dengan nama wayang Jek Dong, dipercaya mulai berkembang sejak awal abad 15. Mengambil cerita-cerita dari wayang purwa Jawa Tengah sesudah masa penyebaran Islam di Jawa. Wayang ini dalam perkembangannya juga memiliki gagrak dan tatah sungging khas sendiri. Bentuk dan corak condong pada gaya Yogyakarta. diperkirakan perkembangan wayang ini pesat sejak perjanjian Giyanti yang membagi Mataram menjadi Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Jumlah panakawan dalam wayang Jawatimuran lainya dapat kita jumpai pada cerita-cerita Panji yang menampilkan Bancak dan Doyok atau Judeh dan Santa (Jurudyah dan Prasanta), sedangkan dalam lakon Darmarwulan kita temui panakawan Nayagenggong dan Sabdapalon seperti nampak pada lukisan-lukisan relief candi di Jawa Timur. Dengan demikian terdapat suatu kesimpulan, bahwa tokoh panakawan tersebut pada mulanya hanya dua orang. Hal ini besar kemungkinan ada kaitanya dengan alam dan falsafah kejawen, bahwa pasangan panakawan Semar dan Bagong tersebut merupakan lambang alam kehidupan manusia yang bersifat roh dan wadag.

Semar merupakan rohnya dan Bagong memanifestasikan kewadagannya. Namun dalam perkembangannya panakawan diwayang Jawatimuran bertambah, yaitu Besut dengan perwujudan seperti Bagong hanya lebih kecil. Besut dalam wayang Jawatimuran berperan sebagai anak Bagong. Bangkitnya kembali wayang kulit Jawa Tengah yang ditunjang oleh kalangan atas yaitu kalangan kraton, berkembang pula seni.

Source pitoyo.com pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=137
Comments
Loading...