Jenis Wayang : Wayang Kartun Ok Ki Slamet Eser

0 59

Wayang sebagai ekspresi budaya masyarakat, memiliki beragam penampilan. Dari yang tertua (wayang purwa)  yang direkayasa oleh Sunan Kalijaga dari mitos Hindustan sampai Wayang Mikael karya seniman lukis dan teater Kaji Habeb (UIN Jogja) pada dasarnya berfungsi sebagai media komunikasi, pencerahan (dakwah) dan hiburan. Banyak cara dilakukan oleh sang dalang dalam mengoptimalkan fungsi wayang. Misalnya dengan memasukkan unsur pentatonik, tata lampu, komedi dan sebagainya.

Sosok Ki Slamet Eser Sebagai seniman serba bisa, Ki Slamet Eser yang kesehariannya berdagang koran, majalah dan tabloid eceran berkeliling dikenal sosok yang antik. Punya banyak ide, berenergi besar dan pantang menyerah, Ia memiliki bakat serta kemampuan melukis dan berteater. Di rumah sederhana yang sekaligus berfungsi sebagai sanggar Kuas dan bengkel teater Guyub Larak, keluarga seniman beranak enam ini hidup dalam kesahajaan. Selain berjualan koran keliling, pada musim tertentu, ia memproduksi dian kurung (semacam lampion ala kampung), tokoh-tokoh wayang purwa dan beragam mainan anak tempo dulu yang kesemuanya dijual dengan harga ekonomis.

Dari sini dapat diketahui betapa besar dedikasinya pada kesenian dan budaya lokal. Wayang Kartun Seperti dalam wayang improvisasi pada umumnya, Wayang Kartun kreasi Ki Slamet Eser memiliki ide cerita yang bersumber pada realitas kehidupan di lingkungan sekitarnya. Mengambil bentuk kartun, ia memunculkan dua tokoh sentral.

Source Kompas kompasiana.com/toto_wirjosoemarto/54ff297da333116a4550fb04/wayang-kartun-ki-slamet-eser
Comments
Loading...