Jenis Wayang : Wayang Kentrung, Sarat Muatan Politik Ekonomi

0 251

Wayang dakwah dan kentrung yang pada zaman keemasannya sarat muatan politik, ekonomi, ideologi, sosial dan budaya, kini berada di ambang kepunahan. Padahal, warisan seni budaya tutur dalam bentuk tradisi sastra lisan itu, merupakan produk seni pertunjukan asli Indonesia, yang dahulu berkembang pesat di pesisir utara Jawa. Kepala Pusat Studi Javanologi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof. Dr. Sahid Widodo, mengungkapkan masalah tersebut kepada wartawan, di kantornya kampus UNS Kentingan, Kamis.

Kentrung merupakan kesenian tradisional sebagai sarana komunikasi rakyat melalui simbol-simbol. Sedangkan wayang dakwah sebagai sebuah kesenian, memenuhi unsur-unsur estetika, etika, moral, seni dan pranata sosial-budaya

jelasnya. Dalam pertunjukan seni kentrung yang menggunakan instrumen musik rebana berbagai ukuran, simbol-simbol itu digambarkan lewat penokohan dan kehidupan masyarakat. Kentrung sebagai seni pertunjukan, sarat dengan nilai-nilai dakwah dan cerita maupun penokohannya pada umumnya memuat keteladanan pada Khalifah Empat, Wali Sanga dan zaman Mataram Islam.

Sedang kesenian wayang dakwah, pada masa penyebaran Islam di Jawa digunakan sebagai media dakwah dan syiar Islam. Karena itu, seni kentrung dan wayang dakwah perlu diangkat kembali eksistensinya, sebagai inspirasi pengembangan pengetahuan, seni dan budaya yang memiliki daya kekuatan yang menjamin berlangsungnya peradaban

ujarnya. Dalam waktu dekat, menurut Prof. Sahid, Institut Javanologi seminar.

Source pikiran-rakyat.com pikiran-rakyat.com/seni-budaya/2014/05/22/282340/wayang-dakwah-dan-kentrung-di-ambang-kepunahan
Comments
Loading...