Jenis Wayang : (Wayang Koclok) Gatotkaca Judeg

0 56

Sepak terjang Raden Gatotkaca dalam perang Baratayudha di Kurusetra benar-benar membikin ngeri dan ciut hatinya para Kurawa. Beberapa Kurawa yang semula berdiri agak menjauh dari Resi Bisma, tanpa segan-segan mereka mendekat ke Resi Bisma dengan wajah ketakutan. Melihat sikap penakut beberapa cucunya itu membuat Resi Bisma mendongkol.

“Memalukan saja kalian ini sebagai ksatriya Hastina, dasar penngecut,penakut semua!”

“Duuuhh…. Eyang Bisma, sumprith dweh, ngeri bener lihat tandang anaknya si Bima. Coba lihat tuh, disamber dibawa terbang lalu dilempar kalo nggak gegar otak pasti tulangnya patah semua apalagi kalo dibawa terbang lalu dipuntir kepalanya! Nggak deh, kalo suruh maju melawannya, mending disini saja, aman dan sentosa…….hehehehe,”

Bisma sendiri yang menyaksikan sepak terjang Gatotkaca benar-benar merasa kagum akan hebatnya benteng pertahanan Pandawa yang satu ini. Kebal semua senjata (kecuali Kontawijayadanu), tahan api apalagi air, jago berkelahi di darat dan angkasa,  menjadikan ksatriya Pringgadani ini jadi ksatriya pilih tanding. Diputarnya segenap akal dan cara agar pasukan Hastina tidak semakin berantakan diporak-porandakan oleh Gatotkaca. Dengan perlahan dimajukan kereta perangnya sendirian sambil tersenyum karena telah menemukan cara mencegah amukan Gatotkaca. Agak terkejut juga Gatotkaca melihat kedatangan Resi Bisma yang berkereta perang menuju ke arahnya.

Source kompasiana.com kompasiana.com/jatikumoro/54f6e462a3331126438b4687/wayang-koclok-gatotkaca-judeg#
Comments
Loading...