Jenis Wayang : Wayang Kontemporer dan Ketoprak

0 43

Prabu Suyudono masgul, pemain Ketoprak “Adi Luhung” favorit sang prabu — Raden Aradea konon berselingkuh dengan Sinden favorit sang prabu, yakni  Roro Srintil — bagaimana ceritanya ? Sehabis pertunjukan di Alun-alun Lor, konon banyak yang menonton dua sejoli itu — Exhabitionisch di Bringin Kurung.  Suara ngos-ngosan dan kecipak-kecipik-kecipuk pun terdengar. Kok bisa ?  Habis memang si Aredea dan Srintil senangnya begitu. Prabu merasa dilangkahi — sebenarnya Prabu Suyudono ingin berduaan dengan Srintil pujaan. Sudah kedahuluan.

“Resi Brojol Buntung ini gejala apa kok rakyat Astina suka gempar — ada soal politik geger, ada masalah ekonomi ribut, ada masalah busung lapar, belum dibantah sudah ngamuk………… ada sinden bugil bingung, ini ada apa paman ?”
“O, itu nger, itu tandanya rakyat sampeyan sakit — orang milinium ketiga mengatakan itu pathologi sosial, nger. Bingung enggak, apa korban, apa terperiksa, apa lakon, apa-apa-an. Bingung aku”
Paman Sangkuni menyerocos saja ” Eit ponakan, itu si Aradea lagi naik daun, katanya ada puteri-puteri dari kraton Dwarawati, Kerajaan Kolombiano, Kerajaan Lesanpura, Mandura, Gandamayit dan banyak lagi, pada menyerahkan diri — tergila-gila Nak”
“Yang lain enggak apa-apa paman — ini soalnya si Srintil, Kang Maarmoot ‘kan janji purnama ini Ketoprak Adi Luhung akan main di istana — si Srintil ingin tak boyong Man.”
“Dia, Aredea juga main dengan si Rondo Royal, nak

Source Kompas kompasiana.com/mw.arif/54fff98ba33311796d50f9ee/wayang-kontemporer-10-ketoprak-cabul-di-astina
Comments
Loading...