Jenis Wayang : Wayang Kontemporer Panitia Khusus

0 56

Ada ide briliyen dari Begawan Durna dan Arya Sengkuni, untuk melanggengkan kekuasaan di Astina pura —tanpa Perang Bratayuda. Mereka mengajak Prabu Yudistira untuk melakukan Joint Body ala Panitia Khusus  Hak Angket Bank Century di Arcapada.

“Ngger, Prabu Duryudono, ada ide mamang untuk melanggengkan kekuasaan ananda tanpa Perang Bratayuda, Anak-ku ”
“Anak-ku Duryudono, dengarkan gurumu si Begawan Drona, Korawa bisa langgeng mewariskan Astina kepada Anak cucumu—yakni dengan merampas — menyolong kekayaan Amarta yang sudah dikumpulkan dengan susah payah untuk menjamin ketentraman nasabah Lumbung Pangastuti Swadaya mereka, yakni dengan pasukan buto cakil penghisap bailout.  Kemudian kita buat Panitia Koalisi—toh kita lebih kuat dari mereka, Ngger !”

Amarta geger padi lumbung untuk menjamin nasabah kalau terjadi krisis paceklik — lenyap digondol maling dengan transfer dan pengangkutan tujuh truk kereta lembu — para buto cakil menari-nari . Bahwa, mereka merampas itu untuk kemaslahatan seluruh rakyat —Astina dan Amarta.  Di Negeri orang Indian dan di negeri orang Yolanda dan sekitarnya telah paceklik — yang dinamakan orang sana “likuiditi skuis”. Mereka menggandakan segala risiko untuk saling menjamin, nyatanya krisis mereka karena perjudian, tipu, penggandaan risiko karena ketamakan : buntut-buntutnya mereka paceklik. Ide orang Indian dan Yolanda memang sejalan dengan sifat tamak orang Korawa.

Source Kompas kompasiana.com/mw.arif/54ff634ea33311ea4a510097/wayang-kontemporer-04-panitia-khusus-hak-koalisi-pandawa-dan-korawa?page=all
Comments
Loading...