Jenis Wayang : Wayang Kontemporer Sang Togog

0 38

Togog bukan  dari kelas Punakawan, Pencari Jalan, Pemandu — tetapi perannya sebagai tokoh golongan penjilat dan penghianat. Apanya ? Idenya ! Dalam Budaya Pewayangan yang kaya dengan filsafat dan Ke-Arifan Lokal — niscaya para “Leader” sangat berhati-hati memilih para pembantu dalam organisasi-nya. Punakawan adalah salah satu karakter, satu kompetensi dan peran dalam  skenario adegan pewayangan — ternyata ada punakawan baik ada pula pengabdi yang mewakili sifat manusia jahat — walau pun dalam misinya mungkin ia tidak sadar, terlanjur mendarah daging.

Punakawan golongan baik, seperti Semar dan anak-anaknya — tentu misinya agar Para Kesatria tempat ia mengabdi sukses dan tetap bermartabat. Sebaliknya tokoh  yang diperankan  Togog ( biasa plus Bilung) — pada dasarnya bersifat ambisius dan vested interest. Terkadang tokoh Togog dalam berperan tidak sadar diri — bahwa masyarakat telah membaca akal bulusnya — di sini Sang Butho kepada siapa  ia mengabdi pun kena getahnya — masyarakat tahu ke arah mana Butho itu akan melaksanakan misinya.

Mudah terbaca — tetapi adegan selalu mempunyai pakem. Di-suspence sampai ending. Ada adagium politik kuno — penulis dapat dari buku yang dikarang oleh Jusuf Wibisono — yang menceritakan perjalanan beliau keCina, sewaktu dia menjadi Menteri (mungkin di jaman Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo ? ), penulis waktu itu sekitar berumur awal belasan tahun.

Source Kompas kompasiana.com/mw.arif/55001980a33311376f50ff17/wayang-kontemporer-12-sang-togog-mulai-melempar-proof-balloon
Comments
Loading...