Jenis Wayang : Wayang Kulit Banjar, Berkembang di Banjarmasin

0 160

Wayang kulit Banjar ini berkembang di Banjarmasin, tepatnya pada masa kepemimpinan Sultan Suriansyah. Saat itu, Sultan meminta bantuan dari kerajaan Demak ketika hendak berperang, dengan perjanjian apabila menang dalam perang, maka akan menganut Islam bersama dengan rakyatnya. Kemudian Sultan berhasil menang dalam perang tersebut. Sesuai janjinya, maka Sultan dan juga rakyatnya menganut Islam. Dan akhirnya, raja Demak saat itu memberikan hadiah berupa satu set perlengkapan wayang.

Termasuk peralatan musik gamelan yang digunakan untuk mengiringi pertunjukkan wayang tersebut, sebagai media untuk menyebarkan Islam di Kalsel. Semenjak saat itulah, kesenian wayang kulit Banjar mulai berkembang dalam masyarakat Banjar untuk menyiarkan ajaran Islam di berbagai penjuru Kalsel. Peralatan yang digunakan dalam pertunjukkan wayang kulit Banjar ini tak jauh berbeda dengan wayang kulit di Jawa. Antara lain menggunakan wayang dan lampu minyak, yang disebut balencong.

Musik pengiring yang digunakan untuk pertunjukkan wayang kulit Banjar adalah musik gamelan Banjar atau dikenal dengan istilah karawitan. Dan jenis nadanya adalah selndro. Selanjutnya, tokoh dalam wayang kulit Banjar, kadang-kadang ada yang sama dengan nama tokoh wayang Jawa. Umumnya juga wayang kulit Banjar pergelarannya dilakukan semalam suntuk hingga menjelang salat subuh. Namun bisa juga ditampilkan hanya sekitar  60 hingga 75 menit pada acara tertentu. Misalnya acara-acara seremonial yang dihadiri oleh pejabat-pejabat.

Source tribunnews.com tribunnews.com/regional/2010/12/05/ini-lho-keistimewaan-wayang-kulit-banjar
Comments
Loading...