Jenis Wayang : Wayang Kulit Ceng Blonk (Cenk Blonk)

0 281

Di Setiap pertunjukannya di Bali, wayang kulit Ceng Blonk / Cenk Blonk ini selalu dipadati penonton dan disamping banyak petuah, hiburan ini penuh dengan lelucon yang membuat seluruh penonton menjadi tertawa terpingkal – pingkal dibuatnya. Menurut penjelasan dalam Sena Wangi, Situs Portal Dokumentasi Wayang Indonesia, Wayang Kulit Ceng Blonk dalangnya adalah I Wayan Nardayana. Beliau seorang dalang kelahiran Banjar Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali ikut menggairahkan pewayangan Bali dengan memasukkan unsur-unsur pop.

Sesungguhnya pakeliran dalang Nardayana bentuk penyajiannya tradisi, namun yang membedakan adalah musik pengiringnya merupakan gabungan dari instrumen konvensional seperti, gamelan batel suling dipadu dengan gamelan gender rambat (unsur palegongan); cengceng kopyak (unsur beleganjur); rebab (unsurgamelan gambuh); dan kulkul bambu (unsur tektekan). Untuk mencapai keharmonisan iringan, ia merangkul seniman-seniman akademis ikut menggarap komposisi karawitan dengan harapan pagelarannya menjadi semarak dan memikat.

Tak cukup suara gamelan yang dipikirkan, ia memasukkan gerong (Jawa, sinden), suara vokal “chourus” yang ditembangkan oleh empat wanita sebagai fungsi narasi baik saat mulai pertunjukan (pategak/talu), adegan petangkilan (sidang), rebong (sekelompok dayang-dayang) tangis/mesem (sedih), dan akhir pertunjukan (ending). Yang menjadi berbeda dari penyajiannya, Nardayana mengangkat isu sosial aktual masa kini mendominasi gaya pakelirannya lewat tokoh rakyat bernama Nang Klenceng dan Pan Keblong, dua panakawan “sisipan” ini merupakan khas.

Source agussurya15.wordpress.com agussurya15.wordpress.com/2013/10/06/wayang-kulit-ceng-blonk
Comments
Loading...