Jenis Wayang : Wayang Kulit, dengan Radyapustaka

0 78

Beberapa waktu lalu sempat tersebar berita tentang Museum Radyapustaka Surakarta, yang merupakan salah satu Museum ternama di kota Solo yang berisikan benda-benda warisan dari kejayaan Kasunanan kehilangan koleksi wayangnya. Wayang yang hilang adalah koleksi PB ke-X, seorang raja yang kaya dan sangat memperhatikan kesenian tradisi wayang. Sehingga diduga koleksi PB ke-X merupakan koleksi yang istimewa dan dibuat oleh para empu pada jamannya, bahkan sampai jaman semaju sekarang belum ada yang menyamai keindahan wayang koleksi PB ke-x ini.

Sementara itu yang berteriak lantang mengangkat kasus ini adalah seorang dalang sekaligus aktifis dari kota Sukoharjo (sebelah selatan Solo), sangat ironis, bukahkan di kota Solo gudangnya para dalang tenar, mengapa mereka menutup mata, dan mengapa mereka sampai tidak tahu dan tidak paham masalah seperti ini? Jangan-jangan mereka belum pernah masuk ke museum tersebut. Jadi gelar dalang tenarnya cuma isapan jempol, hanya mencari popularitas, dan secara moralitas kurang bertanggungjawab terhadap apa yang ditekuninya.

Bukankah wayang adalah salah satu medium dalang dalam menyampaikan ceritanya? Mengapa terjadi kehilangan wayang warisan yang nilai estetiknya tinggi mereka tidak merasa kehilangan sama sekali? Bukankah seharusnya mereka juga ikut merawat dan mempelajari koleksi tersebut? Bukankah museum itu sebagai tempat laboratorium, sebuah pengetahuan yang bisa dikembangkan.

Source Kompas kompasiana.com/jujum/5500ace8a33311be0b51012e/wayang-kulit-kaitannya-dengan-museum-radyapustaka
Comments
Loading...