Jenis Wayang : Wayang Kulit Gaya Kulonan (Kedhu)

0 210

Menurut beberapa ahli, wayang Kedhu termasuk jenis wayang kulit purwa (modern) yang tertua di Jawa Tengah, urutan kedua setelah Wayang Demak yang diduplikat oleh Keraton Kasepuhan Cirebon. Menurut beberapa hikayat pula, wayang Kedhu bermula dari gambar-gambar wayang yang dilukis pada “slumpring” atau kulit bambu, yang kemudian seiring perkembangan zaman dipindah ke papan (wayang klitik) karena mahalnya harga kulit. Baru beberapa puluh tahun kemudian wayang Kedhu dipindah medianya ke atas kulit binatang.

Secara ikonografis bentuk wayang Kedhu pun lebih sederhana dibandingkan wayang era sesudahnya. Di antara ciri-ciri yang bisa dilihat pada wayang Kedhu adalah:
1. Tatahan besar-besar (karena konon mengukirnya dengan pisau “pangot” bukan dengan tatah), sunggingan pun masih sederhana
2. Bentuk wayangnya kecil-kecil dibanding wayang Surakarta, hampir sebesar wayang Cirebon
3. Bentuk wayangnya gemuk seperti gaya Yogyakarta
4. Perhatikan bagian tangannya. Seperti wayang Yogyakarta (yang kuno), kebanyakan warna telapak tangan wayang Kedhu sama dengan warna muka tokohnya.

Yang lebih unik lagi adalah bentuk “cempurit”nya. (Sayang tak ada fotonya). Cempurit Wayang Kedhu mirip sekali dengan wayang gaya Cirebon, memiliki lima keratan pada bagian “picisan”. Salah seorang pakar senirupa wayang membagi bentuk wayang Kedhu ke dalam beberapa subgaya: Gaya Kaligesing/Pacor

Source wayangpustaka.wordpress.com wayangpustaka.wordpress.com/2010/08/13/707
Comments
Loading...