Jenis Wayang : Wayang Kulit, Mahabarat Ramayana

0 129

Wayang kulit ceritanya mengambil dari Mahabarat atau Ramayana yang tokoh-tokohnya sangat akrab dan dikenal dimengerti oleh masyarakat luas pendukung wayang, terutama tokoh-tokoh Pandawa dan Korawa. Pada tahun 1990, pertunjukan wayang kulit mengalami perubahan yang mendasar, yaiut munculnya garapan wayang yang disajikan oleh dua sampai tiga dalang atau wayang layar panjang yang menyajikan satu lakon tetapi dilakukan oleh tiga orang dalang.

Posisi para swarawati atau pesindhen duduk di tengah-tengah selanya layar atau kelir, dan instrumen gamelan yang untuk mengiringi tidak hanya gamelan slendro dan pelog, tetapi ditambah instrumen non gamelan seperti drum, keyboard, dan lain sebagainya. Demikian pula ditambah penyanyi dan pelawak yang ikut dalam pertunjukan wayang bahkan para penari. Pertunjukan wayang seperti ini dipelopori oleh Ganasidi (Lembaga pembina seni pedalangan Jawa Tengah) yang dinamakan wayang pantap.

Dengan demikian perkembangan wayang kulit di Jawa semakin semarak dan rame terutama untuk fungsi yang bersifat hedonistik atau hiburan sesaat. Garapan pakeliran seperti ini tampaknya terus berlanjut bahkan terus diikuti oleh para dalang yunior, bahkan menjadi model pertunjukan wayang dewasa ini. Setiap pertunjukan wayang di daerah maupun di kota yang dilakukan oleh dalang yang sudah laku atau baru pemula selalu menggunakan musik non gamelan, memasukan pelawan dan penyanyi, bahkan musik campur sari juga masuk wayang.

Source Research researchgate.net/publication/301740589_UPAYA_MENCEGAH_HILANGNYA_WAYANG_KULIT_SEBAGAI_EKSPRESI_BUDAYA_WARISAN_BUDAYA_BANGSA
Comments
Loading...