Jenis Wayang : Wayang Kulit Purwa Terlalu Mahal

0 12

Belakangan ini, para dalang wayang kulit

purwa

banyak yang merasa resah karena frekwensi pementasan mereka menurun. Dari ketika zaman orde baru yang cukup laris; beberapa ditengarai dengan pesanan dari beberapa instansi pemerintah yang cukup mampu menyisihkan dananya untuk mempergelarkan pementasan wayang-kulit, dengan beberapa pesan titipan yang harus disampaikan oleh para dalang itu. Lain dulu lain sekarang. Pada zaman sebelum orde baru, di banyak desa-desa para petani masih sempat mengadakan selamatan setelah panen dengan menggelar juga wayang-kulit.

Banyak dalang-dalang bertaraf lokal yang berkesempatan meningkatkan frekwensi pementasan mereka. Pada masa itu, apa yang disebut prestise belum seperti orang sekarang menyikapinya. Kebijakan para dalang pada masa itu pun tidak seperti sekarang. Para dalang pada jaman dulu itu, tidak menggunakan manajemen yang sekarang. Dalam hal mencari rejeki, dalang jaman dulu itu belum transaksional seperti sekarang. Pementasan adalah sebuah misi penyampaian pesan moral yang harus disampaikan kepada masyarakat luas.

Urusan rejeki lebih pada sebuah kompensasional. Sedangkan sekarang, para dalang sudah mengacu pada manajemen rejeki transaksional a’la barat. Lebih berhitung angka rupiah. Pemanggungan lebih menjadi seperti gaya modern; ada event organizer dan semacamnya. Peralatan panggung cenderung lebih gebyar dan cenderung seperti panggung hiburan kebanyakan. Panggung berukuran lebih besar dan hampir tak mungkin untuk sebuah luas halaman.

Source Kompas kompasiana.com/yayatgoldenwater/54ff0ff7a33311494250f861/wayang-kulit-terlalu-mahal
Comments
Loading...