Jenis Wayang : Wayang Kulit Purwa Tujuan Ruwat

0 47

Ruwatan bertujuan agar peserta mendapatkan keselamatan lahir-batin, terbebas dari cengkeraman setan/dosa. Dikisahkan bahwa Kehadiran Hyang Narada di padepokan Nguntaralaya bertemu dengan Wisnu dan Brahma. Dia memberitahu kepada mereka berdua, bahwa permintaan makanan Batara Kala, semua dikabulkan.

Sekarang anda berdua dengan saya, atas perintah Hyang Jagad Giri Nata harus turun ke dunia

Ketiganya tidak menolak tugas itu, kemudian mereka turun ke dunia dengan berganti wujud, Batara Narada berubah menjadi seorang tukang kendang Kalunglungan. Batara Brahma berubah menjadi seorang perempuan bertugas sebagai tukang gender bernama Penggender Seruni. Hyang Wisnu berubah menjadi seorang dalang bernama Dalang Kandhabhuwana. Batara Wisnu yang tugas kesehariannya memelihara jagad atau memelihara dunia atau juga memelihara kehidupan, sangat tepat sekali bila dalam memantau kegiatan Batara Kala yang melambangkan setan/dosa, berwujud seorang dalang Pangruwatan. Batara Wisnu-lah yang memiliki kuasa dalam pengaturan khusus bagi peruwatan kehidupan sukerta dan diharapkan akan membuahkan keselamatan.

Setiap ruwat bagi seorang manusia, Dalang Kandhabhuwana tidak lupa untuk sekaligus memberikan wejangan kepada orang itu, sehingga benar-benar manusia sukerta itu akan mendapatkan keselamatan lahir-batin. Dalang Kandhabhuwana-lah yang membebaskan dunia ini dari cengkeraman Batara Kala (setan/dosa). Ruwatan di Jawa, sampai kini masih berlaku. Ruwatan ini berupa sebuah upacara penghapusan dosa, penyakit, kotoran (sukerta) dan lain sebagainya dengan menggunakan wayang.

Source Kompas kompasiana.com/hrayana/54ff500ca33311944d50fbb1/wayang-kulit-purwa-2-ruwatan-bertujuan-memohon-keselamatan-lahir-batin-terbebas-dari-cengkeraman-setan-dosa#
Comments
Loading...