Pada mulanya wayang orang mengangkat cerita Ramayana dan Mahabharata. Kesenian ini semakin berkembang dengan mengangkat tema-tema yang bersifat edukatif sesuai dengan kondisi yang sedang berkembang, seperti kehidupan berkeluarga, masyarakat, serta berbangsa dan bernegara. Jiwo menambahkan, Pakubuwana X mengangkat cerita-cerita yang membangkitkan semangat juang rakyat agar mau berjuang sehingga dapat terbebas dari belenggu penjajahan.

Cerita-cerita yang diangkat dalam wayang orang mendorong semangat juang rakyat dengan mengangkat kisah kehebatan para leluhur

kata Jiwo. Cerita-cerita kehebatan para leluhur tersebut tidak serta-merta hanya meniru kisah yang ada di Ramayana dan Mahabharata, tetapi ada kaitannya dengan kisah yang ada di masa itu. Menurut Jiwo, pengaruh Pakubuwana X dalam kemerdekaan bangsa Indonesia sangat besar. Ia mau memberikan sebagian harta yang dimilikinya untuk membeli tanah yang dijajah oleh Belanda yang saat itu sedang mengalami krisis.

Pakubuwana X juga bersedia membiayai pendidikan bapak pendiri bangsa, seperti Soekarno, dan pendiri Budi Utomo, yaitu Soetomo

ujar Jiwo. Ia menegaskan, untuk meraih kemerdekaan, bangsa Indonesia tidak hanya mengorbankan darah dan nyawa, tetapi juga biaya yang besar.