Jenis Wayang : Wayang Otok Obrol, Wayang Kulit Kedu

0 40

PBB melalui UNESCO sejak 27 April 2007 telah menetapkan wayang sebagai Masterpiece Etangable Heritage Humanity, pengakuan dunia internasional bahwa wayang merupakan warisan mahakarya bangsa. Dalam wayang termuat nilai-nilai sosiologis, etika dan humanism serta filsafat hidup yang bersifat sosio-spiritual. Dan wayang kedu adalah salah satunya dari puluhan jenis wayang di tanah air. Dalam buku Kota Jogjakarta 200 Tahun, diterangkan bahwa bentuk wayang Kedu dibuat pertamakali oleh seorang bernama Ki Atak dari Desa Danaraja, Kabupaten Wonosobo pada zaman perang Giyanti sekitar tahun 1755 Masehi.

Pada masa perang Giyanti, Pangeran Mangkubumi (Hamengkubuwana I) lolos dari Surakarta diikuti oleh abdi pĂȘnatah bernama Ki Jayaprana beserta anaknya yang bernama Jaka Penatas menuju daerah Kedu. Di daerah tersebut Ki Jayaprana dan Jaka Penatas menginap di rumah Ki Atak di Desa Danaraja. Selama tinggal di rumah Ki Atak kebutuhan hidupnya dicukupi oleh Ki Atak. Sebagai balas budi, Ki Jayaprana memberi pelajaran membuat wayang pada Ki Atak.

Persaudaraan menjadi erat setelah Jaka Penatas dikawinkan dengan Sutiyah anak Ki Atak. Dari perkawinan itu lahir Bagus Riwong yang pada waktu berikutnya menurunkan dalang-dalang daerah Yogyakarta. Setelah perang Giyanti berakhir, Ki Jayaprana dan Jaka Penatas mengabdi di Yogyakarta, sedangkan Ki Atak melanjutkan membuat wayang di Wonosobo.

Source kompasiana.com kompasiana.com/emolukman/55113d16a333115642ba8054/wayang-otok-obrol-wayang-kulit-kedu-khas-wonosobo-wayang-otok-obrol-wayang-kulit-kedu-khas-wonosobo#
Comments
Loading...