Jenis Wayang : Wayang Parwa, Akar Kepribadian Terlihat

0 180

Dalam wayang kulit Parwa akar kepribadian itu terlihat dari sifat ritual sebagai transformasi pemujaan roh leluhur pada zaman dulu. Sejak semula wayang merupakan ritus sakral sebagai media komunikasi dalam pemujaan roh leluhur. Wayang kulit Bali tetap berkembang atas kesakralannya dalam proses akulturasi budaya Hindu dan Jawa-Hindhu. Seni pertunjukkan wayang Parwa terkait erat dengan upacara agama Hindu di Bali. Hal ini menunjukkan bahwa seni bagi masyarakat tidak berjalan linear bahwa seni adalah seni.

Konsepsi ini seringkali mengabaikan persoalan nilai dalam seni. Dalam wayang Parwa memperlihatkan agama dan seni menyatu, disamping filsafat dan pengetahuan bersama-sama membentuk totalitas kehidupan masyarakat Bali. Senada dengan pendapat I Wayan Diya, seorang Mangku Dalang, ia mengatakan bahwa budaya dan agama menyatu dalam masyarakat Bali. Ritus pada wayang Parwa merupakan persembahan kepada Yang Maha Kuasa. Persembahan mengandung nilai pengorbanan, keikhlasan serta semangat yang tidak berhenti dalam upacara tetapi mengalir meresap dalam dinamika kehidupan masyarakat sehari-hari.

Tidak jarang untuk sebuah upacara membutuhkan pengorbanan finansial yang cukup besar. Dalam pandangan materialisme pengorbanan ini merupakan tindakan yang sia-sia, memboroskan dan tidak produktif. Namun, jika dipandang sebagai pemenuhan sifat kodrat sebagai makhluk Tuhan maka pengorbanan ini semakin mengangkat derajat kemanusiaan. Upacara Hindu-Bali yang umum disertai pertunjukkan wayang antara lain: Dewa Yadnya, Pitra.

Source wayangindonesia.web.id wayang.wordpress.com/2006/10/27/wayang-parwa
Comments
Loading...