Jenis Wayang : Wayang Perca, Gagasan Harjanto

0 231

Wayang perca merupakan gagasan Tri Harjanto, guru Biologi di SMAN 3 Klaten. Sejak setahun terakhir, Harjanto mengolah limbah kain menjadi kerajinan wayang. Limbah yang digunakan merupakan potongan-potongan kain sisa industri konveksi, maupun usaha batik dan lurik. Proses pembuatan wayang perca dimulai dengan menyusun rangka dari kawat sesuai dengan tokoh wayang. Selanjutnya rangka kawat dibalut kain perca dan dilengkapi aksesoris pendukung agar tokoh mirip dengan aslinya.

Kebanyakan limbah kain dibuat keset atau hanya untuk pel. Saya kepikiran kenapa enggak naik pamor. Konsepnya dari zero ke hero. Dari yang biasa dibawah menjadi ke atas,” kata warga Desa Dukuh Kecamatan Delanggu itu, Rabu (1/11).

Selain itu, kreasi wayang perca diharapkan memberi kontribusi dalam pengolahan sampah melalui 3R (Reduce, Recycle, Reuse). Bentuk wayang perca yang cukup unik juga bisa menjadi media pembelajaran bagi pelajar untuk lebih mengenal seni pewayangan. Kreasi limbah kain menjadi wayang perca juga memiliki nilai ekonomi karena memberikan pendapatan tambahan. Untuk membuat satu tokoh wayang rata-rata dibutuhkan 200 gram kain perca. Menurut Harjanto, paling mudah membuat tokoh Anoman dan paling sulit tokoh Arjuna, Werkudara.

Wayang perca memiliki tinggi sekitar 20-25 cm. Paling mahal dibanderol Rp 50 ribu untuk tokoh dengan tingkat kerumitan yang tinggi. Harjanto menjelaskan, untuk menambah wawasan tentang tokoh wayang ia rutin menonton pentas.

Source klaten.sorot.co klaten.sorot.co/berita-3960-cantik-limbah-kain-berubah-wujud-jadi-wayang-perca.html
Comments
Loading...