Jenis Wayang : Wayang Potehi, Ambang Kepunahan

0 86
Seniman Jawa lebih dominan menggeluti warisan budaya China itu. Sesuai namanya ‘po’ kain, ‘te’ kantong, dan ‘hi’ boneka, wayang ini berupa boneka kain berbentuk kantong. Untuk menggerakkannya, tangan dalang masuk ke kantong itu. Seni wayang ini kali pertama ditemukan seorang pesakitan di China yang dijatuhi hukuman mati. Sambil menanti ajal, dia menghibur diri dengan membunyikan perkakas yang mengiringi pergerakan wayang terbuat dari kain atau kaus tangan itu.
Lambat laun permainan tersebut terdengar sang kaisar, yang akhirnya memberikan pengampunan kepada pesakitan itu. Meski sudah ada sejak Dinasti Jin (265-420 Masehi), wayang potehi baru masuk Indonesia pada abad ke-15. Saat itu, wayang potehi memiliki fungsi sosial serta ritual bagi warga Tionghoa yaitu bersama biarawan-biarawan mempersembahkan kurban dan bersujud sebelum persiapan. Hal ini tidak lepas dari lakon klasik yang dimainkan legenda dari dinasti di China seperti Si Jin Kui, Hong Kiam Chun Chiu, Cu Hun Cau Kok, dan sebagainya.

 

Seiring perkembangan zaman, wayang potehi mengalami peleburan dengan budaya Nusantara. Kali pertama masuk Indonesia, wayang potehi dimainkan dalam dialek Hokkian. Kini dimainkan dalam bahasa Indonesia sehingga masyarakat lpada umumnya bisa menikmati. Lakon-lakon yang dimainkan juga kerap diadaptasi menjadi tokoh-tokoh ketoprak. Misalnya, tokoh Si Jin Kui yang diadaptasi mejadi Joko Sudiro serta Li Si Bin (Kaisar).

Source harnas.co harnas.co/2019/02/01/wayang-potehi-di-ambang-kepunahan
Comments
Loading...