Jenis Wayang : Wayang Revolusi, Dibuat Tahun 1950-an

0 181
Dengan berbagai aksen yang dapat dikenali. Sejak dahulu kerajaan-kerajaan dipulau Jawa selalu mengembangkan gaya wayangnya masing-masing. Topik-topik baru serta perubahan dalam penggunaan warna dan bentuk diperkenalkan oleh pembuat dan dalang profesional, yang biasanya masih termasuk kerabat keluarga kerajaan. Pada tahun 1930-an, Raden Mas Sayid menjadi tenar di istana Mangkunegaran dengan mempublikasikan karyanya dan memimpin sanggar, sekaligus sebagai dalang, untuk pembuatan dan pergelaran boneka wayang.
Di sanggar ini Sayid menciptakan Wayang Sandiwara, dengan menampilkan boneka-boneka naturalistis yang membawakan ceritera-ceritera kontemporer, seperti kisah-kisah propaganda untuk pemerintahan Jepang. Ceritera seperti itu biasanya dibawakan dalam waktu 3 jam, dari pukul 9 malam sampai pukul 2 dini hari, bertentangan dengan pergelaran wayang klasik yang berlangsung dari setelah waktu magrib sampai subuh. Beberapa waktu setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, pulau Jawa masih terus bergejolak dan pada masa itu perhatian terhadap kisah-kisah mengenai ”Verenigde Oostindische Compaigne” atau VOC, mengenai Marskal bertangan besi Daendels, yang diJawa terkenal sebagai Tuan Guntur, tentang Perang Jawa, Perang Aceh, dan lain-lain. Kondisi masyarakat tersebut membuat Sayid tergerak hatinya untuk membantu peranan para pemimpin Indonesia dalam membangkitkan dan memperkuat nasionalisme bangsa.
Tahun 1950-an RM Sayid membuat suatu perangkat wayang khusus untuk mengangkat topik-topik tersebut diatas, yang diperkenalkan dengan nama ”Wayang Perdjoeangan”,(sekarang dikenal dengan nama Wayang Revolusi)
Source irzaarveda.blogspot.com irzaarveda.blogspot.com/2015/05/wayang-revolusi-kesenian-tradisional.html
Comments
Loading...