Jenis Wayang : Wayang Ricikan (Hewan, Senjata)

0 214

Wayang Ricikan (berbagai jenis hewan, alat-alat senjata, dan lain-lainnya) yang ditaruh agak di kiri belakang tempat duduk dalang. Memeriksa apakah ikatan gedebog sudah beres. Menyalakan api blencong dan meletakkan spit blencong di dekat tempat duduk dalang, Pembantu dalang itu, duduk di belakang dalang selama pertunjukkan berlangsung. Kemudian dalang datang mengambil tempat duduknya. Jika dalang menghendaki, disediakan sebuah anglo dengan arang dan bubuk dupa.

Kehadiran dalang di tempat duduknya, menjelang gending talu akan berakhir. Dalang mengucapkan mantra, sambil mengetuk-ketukkan cempala ageng lima kali sebagai isyarat bahwa pertunjukkan dimulai. Dan para pemusik menyambut dengan memperdengarkan gending ayak-ayakan manyura. Dalang sambil mengucapkan mantra, membesarkan nyala api blencong dengan mempergunakan sapit blencong. Kemudian ia mencabut Gunungan yang tertancap di tengah arena, tangan kirinya memijit-mijit ujung Gunungan seraya mengucapkan mantra lagi.

Selesai mengucapkan mantra, gunungan ditancapkan lagi di tepi arena sebelah kanan. Dan dimulailah ditampilkan tokoh-tokoh wayang yang akan mengisi adegan pertama (jejeran). Sesudah tokoh-tokoh wayang ditancapkan di arena, dalang memberi isyarat dengan ketukan-ketukan cempala ageng, agar gending ayak-ayakan manyura berakhir, disusul dengan gending karawitan. Kemudian dalang mengucapkan janturan. Selesai janturan dengan kombangan, dalang lalu suluk pathet nem (6). Jika suluk selesai, dalang memulai dialog (pocapan, ginem). Begitulah gambaran sekilas menjelang dan pada saat awal pertunjukkan.

Source books.google.co.id books.google.co.id/books?id=lQHwCgAAQBAJ&pg=PA44&lpg=PA44&dq=wayang+ricikan&source=bl&ots=GoXTDzhoDe&sig=jxtmdNkS2QaBYwAhyKeqSwIee4M&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjNluLI6OXZAhXKsI8KHY7SDLIQ6AEIUDAH#v=onepage&q=wayang%20ricikan&f=true
Comments
Loading...